Tourist Attractions

Serang Regency

Banten Great Mosque
The most historic mosque in Banten was built by Sultan Maulana Hasanuddin continued by Sultan Maulana Yusuf on 1566 M (966 H). Located only 10 km northside Serang City. This Mosque was not free from visited by tourist. The Banten Great Mosque beside prepared as developed Islamic Centre in Banten, also to complement the Sultanate Government buiding such as: Surosowan Palace, Kaibon Palace. [+]
Masyarakat di daerah Bumi Jaya menghasilkan kerajinan tangan khas yang terbuat dari bahan dasar gerabah. Sebagian besar hasil kerajinan masyarakat Bumi Jaya berbentuk hiasan rumah tangga atau keperluan dapur tradisional.
 
Debus Art Performance
DEBUS is a traditional martial art performance that relates with body invulnerability as means of self defense for Banten people. It is a combination of dance art, vocal and spiritual arts with a magic ambience. Debus is an art performance showing body invulnerability through strokes, stabs, and cuts by sharp objects. [+]
Dua Islands/Birds Islands
The appeal of this tourist resort is the sea wealth such as the coral reef and various type of fish and birds. The area width is thirty ha. Every year from April to August, these islands are visited by thousands of birds with sixty types coming from many countries. [+]
Kaibon Palace
"Kaibon" was taken from words Ka-lbu-an, meaning that the palace was intended to Sultan's mother. [+]
Karang Bolong Beach
Karang Bolong beach is a favorite destination in Anyer coast. Its location on the side of the road is very easy to find. White soft sand, the view of the sea is one of the excitements in this beach. If the weather is clear, we can see Mountain Krakatoa’s shadow at sea. There are also children playground, cottages and swimming pool. [+]
RUDAT comes from Arabic word Rudatun meaning flower garden, brought by Sukalila religious scholars such as; K.H. Madir, K.H. Abdurrahman in 1888, and followed by K.H. Soleman, who was spreading Islam while developing Rudat traditional art. It was spread through all Serang Regency and developed amongst religious scholars when performing Sholawat, songs with religious Islamic nuance. [+]
 
Ki Amuk Canon
The cannon that was succesfully snatched from Dutch government was the first cannon that owned by Sultan of Banten. The upside of the cannon there is an epigraphy with Arabian letters, the words "11 Akibatu'l Khairisalamtu'l Imani", and pointed the year of 1450 Caka.
Kompleks Makam Sultan Maulana Yusuf
Maulana Yusuf merupakan sultan Banten kedua yang memimpin kerajaan Banten dari tahun 1570 s.d. 1580. Beliau adalah putera dari Sultan Maulana Hasanuddin. Sultan Maulana Yusuf banyak berjasa di bidang pertanian.

Makam beliau terletak di desa Pekalangan Gede, kecamatan Kasemen, kabupatan Serang. Lokasi makam terletak di tengah areal persawahan, tak jauh dari jalan raya menuju ke Banten Lama. [+]
Makam Ki Buyut/Syekh Tubagus Achmad
Ki Buyut/Syekh Tubagus Achmad merupakan salah seorang ulama besar sekaligus seorang sufi pada masa kesultanan Abdul Mahasim Zainal Abidin. Selain sebagai seorang penyebar agama Islam, semasa hidupnya, beliau selalu membela kaum yang lemah. Makam beliau terletak di kompleks makam masjid Agung Banten.
Komplek makam ini berada di sebelah Utara Stadion Maulana Yusuf Penancangan Serang, dan merupakan pemakaman umum, dengan luas sekitar 1 hektar. Tokoh yang dimakamkan dalam cungkup ini merupakan keturunan Syarif/Ayip, diantaranya tokoh yang disegani pada masanya, seperti Syarif Rubi yang pernah menjadi Bupati Bogor, Kijakrama pernah menjadi jaksa pada masa kesultanan.
 
Masjid Kasunyatan terletak di Desa Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, kira-kira 2 km ke sebelah selatan Masjid Agung Banten. Masjid ini dahulu digunakan sebagai tempat berkumpulnya para alim ulama dari berbagai daerah di Nusantara untuk mempelajari dan memperdalam mengenai agama Islam. Disamping bangunan masjid terdapat makam Ratu Asyiah dan makam keluarga Kesultanan Banten lainnya.
 
Makam Pangeran Arya Mandalika
Pangeran Arya Mandalika merupakan putera dari Sultan Maulana Yusuf. Tetapi beliau bukan putera dari permaisuri Ratu Khadijah. Pada masanya, beliau menjabat sebagai panglima perang dan menteri perlengkapan.

Keraton Kaibon terletak tidak jauh dari lokasi makam. Lokasinya berada di kampung Kroya, kecamatan Kasemen, kabupaten Serang.
Makam Pangeran Astapati/Mulyasmara
Pangeran Astapati atau juga dikenal sebagai Mulyasmara adalah salah seorang tokoh agama Islam di Banten. Menurut cerita, beliau tadinya berasal dari masyarakat Baduy. Kemudian beliau memmutuskan untuk masuk Islam dan mengabdi pada kesultanan Banten.

Kita dapat mengunjungi lokasi makam dari pusat kota Serang. Lokasi makam berada di desa Kasunyatan, kecamatan Kasemen, kabupaten Serang.
Lokasi komplek makam ini terletak di Jalan Ki Uju Gg. Gozali Kaujon Serang, Luas kawasan ini makam ini sekitar 1 hektar. Di sebelah utara berbatasan dengan parit yang diduga dahulu merupakan bekas sungai. Makam Tb. Abdurrahman atau yang bergelar Pangeran Singandaru, yang diartikan “cahaya yang seperti kilat” merupakan silsilah ketujuh keturunan Sultan Hasanuddin.
Makam Tb. [+]
 
Built by Sultan Hasanuddin and Maulana Yusuf (1566 – 1580 AD). 0,13 Hectare area width completed by 23 meters high minaret. Tiyamah as Islamic Study Centre and sultans cemeteries (Sultan Maulana Hasanuddin, Sultan Ageng Tirtayasa, Sultan Mufachir).
 
Masjid Kasunyatan merupakan sebuah masjid yang dahulunya digunakan sebagai tempat berkumpulnya para pemuka agama Islam dari berbagai penjuru Nusantara. [+]
 
Masjid Kenari merupakan bangunan kuno peninggalan kebudayaan Islam pada masa pemerintahan Sultan Abdul Mufachir Machmud Abdul Qadir, yang merupakan sultan Banten keempat. Di dalam lokasi masjid terdapat taman yang merupakan tempat beristirahat keluarga sultan. [+]
 
Rawadano
Rawadano is an island located at Serang regency. This place is 101 kilometers from Jakarta. This area is dominated by lake and swamps, its width is 2,500 ha. This land has many trees and animals, such as birds and some reptiles. We can meet at least 250 types of birds in this area. [+]
Speelwijk Fortress
Long ago, Speelwijk Fortress that located to the north of Banten Great Mosque was ex Banten Sultanate Fortress. In 1685, it was demolished by the Dutch and built a new fortress completed with underground rooms. Around of it, there were some graves of European that was died against Banten Pendekar Banten fighters.
Syekh Nawawi Al Bantani Tanara, dilahirkan di Desa Tanara (sebelah Timur laut Kota Serang) pada tahun 1813 M. Semasa hidup hingga wafat di Mekkah pada tahun 1897 M di usia 84 th, dan dimakamkan di Ma’la kota Mekkah, beliau telah menghasilkan banyak buku yang menjadi pegangan dan kajian ulama dalam dan luar negeri. Syekh Nawawi al Bantani bernama lengkap Muhammad Nawawi bin Umar bin Arabi.
 
The Palace of Surosowan located near the Banten Great Mosque at Kampung Banten, Banten Subdistrict of Kasemen, Serang.
Keraton Surosowan (The Palace of Surosowan) was built during the reign of Sultan Maulana Hasanuddin (1525-1552). Most of buildings were partly totally damaged. What remains is only the wall of the fortress ciecling the ruin of the monument. [+]
 
 
Ujungkulon-Krakatau Tour
(Indonesia)
Untuk pengunjung website ini yang berminat melakukan perjalanan wisata ke Taman Nasional Ujung...
suhaemi
(Indonesia)
Kepada Yth
Calon Pembisnis tiket
Di
Tempat



Dengan Hormat

Menawarkan Bisnis Tiket...
Echa
(Indonesia)
tolong beri kami informasi tentang tarif tour wisata ke banten untuk 20 orang siswa/murid. rencanya...
rois maliki
(Indonesia)
saya dan organisasi mau menampilkan barong sai ada kontaknya gak?
Andideket
(Indonesia)
Sawarna emang mantap pantainya…banyak yg bilang kalo sawarna tuh Balinya Banten..sekedar...
husband
(Indonesia)
mohon info na unutk hoetl ferry merak per malam na di kenakan tarif brp.. mohon informasi...
write message »
view all »
   
Advertise here
Visitors Statistic
Online now :  
Total :  
518708 
(since July 2009)